
Sebuah pemandangan akan kehidupan anak indonesia pernah membuat saya terdiam lama melihat mereka,melihat apa yang sedang mereka lakukan dan memikirkan bagaimana mereka menjalani hidup.Saya terdiam lama...tersenyum miris dan sedih melihat mereka.Waktu itu,dalam sebuah perjalanan menuju suatu tempat, saya melihat ke arah kiri saya.Ada dua orang anak laki-laki (saya lupa profesinya,penjual koran atau pengamen) sedang asik membaca koran pagi itu.Mereka membolak-balik halaman demi halaman seperti mencari tahu banyak hal di dalam bundelan kertas yang mereka baca.Mereka membaca bersama dan tidak jarang mereka asik terlibat dalam obrolan.Membaca lagi dan mengobrol lagi.Saya tersenyum melihatnya.Mereka memakai celana sekolah SD.Saya pikir mereka mungkin sekolah dan mencari uang karena desakan kebutuhan hidup.Kebutuhan makan,sekolah dan lain-lain.Pertanyaan saya adalah kenapa harus anak-anak itu yang bekerja?
Anak adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dan dipelihara oleh orang tuanya. Saya tidak pernah menyalahkan orang tua yang minta bantuan anaknya.Tapi bantuan macam apa dulu?Kalau anak dibebani hidup yang berat dan membuat mereka harus bekerja di jalanan saya jadi tidak setuju.Masalahnya tidak jarang saya melihat ibu-ibu mereka hanya duduk di pinggir jalan melihat apakah anaknya berhasil membuat orang iba dan akhirnya si anak mendapatkan uang.Nah ini yang tidak benar.Bagaimana anak-anak itu bisa tumbuh dengan pola pikir baik yang harusnya berkembang dalam diri mereka?Mereka sudah ditanamkan nilai untuk meminta-minta pada orang.Nilai-nilai yang bisa membuat mereka malas.Lain halnya dengan anak-anak yang memang bekerja.Saya pernah menemui beberapa diantaranya.Mereka masih berusaha.Mereka mencari uang dengan menjual koran,pisang goreng dan banyak lagi.Walaupun saya tetap saja tidak tega.Harusnya mereka duduk manis di bangku sekolah,pulang sekolah lalu main sama teman-teman dan malamnya bisa belajar.Tapi itulah hidup.Tidak mudah.Nasib orang berbeda-beda dan banyak orang yang tidak beruntung,yang harus banting tulang lebih keras untuk dapat bertahan hidup.
Hal itu hanya sebagian potret dari potret besar kehidupan anak indonesia.Saya membahas ini (walau hanya singkat) dalam rangka hari anak nasional yg jatuh pada tanggal 23 Juli.Saya sangat menyukai anak-anak.Saya senang sekali melihat mereka tersenyum.Seolah dunia ini tanpa ada masalah.Tapi ternyata tidak jarang mereka justru terlibat dalam salah satu masalah pelik dari sebuah kehidupan yang mereka jalani.Masih banyak potret hitam tentang kehidupan anak-anak indonesia.Saya selalu berdoa semoga semakin hari semakin banyak anak-anak yang bisa duduk di bangku sekolah.Menikmati kehidupan yang lebih baik lagi dan mereka bias tersenyum dan tertawa menikmati masa kanak-kanak mereka.Amin…
Untuk adik-adik di luar sana... :
Selamat hari anak indonesia.Semoga selalu ada kehidupan yang lebih baik untuk kalian.Untuk bangsa ini.Untuk kita semua.Amin...
2 notes:
Hai. Kebetulan nyasar dan sekalian mampir. Kita semua prihatin ya dengan keadaan anak-anak di sini. Tapi kata pakar, justru bila memberi uang pada anak jalanan, justru menjerumuskan mereka. Bila ingin membantu, disarankan melalui lembaga2 yg memang bekerja menolong anak jalanan.
Salam kenal.
Iya,saya sepakat dengan hal itu.Memberi mereka uang justru ga' ngasih 'sesuatu' buat mereka..nanti malah bikin mereka malas..Hmm,semoga makin banyak orang yang peduli dengan anak-anak itu yah.Peduli dengan cara yang benar.
Salam kenal juga =)
Post a Comment